Wacana Erotis dalam Sajak Orkestra Pemakaman (2018) Karya Aslan Abidin

Penulis

  • Andi Samsu Rijal Universitas Islam Makassar
  • Arif Hukmi Universitas Islam Makassar

DOI:

https://doi.org/10.59638/isolek.v3i2.574

Kata Kunci:

Eroticism, Discourse, Poetry, Hermeneutics

Abstrak

Puisi sebagai karya sastra merepresentasikan fenomena sosial masyarakat yang ditulis pengarang. Studi ini bertujuan untuk menganalisis unsur-unsur pembangun wacana erotis dalam kumpulan puisi Orkestra Pemakaman (2018) karya Aslan Abidin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan strukturalisme Le’vi Strauss. Dengan menggunakan teori strukturalisme Le’vi Strauss, studi ini berhasil mengungkapkan beberapa sturktur terdalam atau pola-pola kolektif yang mengungkap makna puisi, sehingga ditemukan wacana-wacana erotis seperti ertotisme terkait seksualitas, wacana kekuasaan, wacana sejarah, wacana agama, wacana euforia kematian dan wacana identitas kebudayaan masyarakat Sulawesi Selatan. Analisis secara struktural pula ditemukan struktur biner (binary opposition), miteme-miteme atau sistem simbolik, relasi antarunsur, dan struktur dalam atau konstruksi struktur dalam puisi tersebut yang membangun wacana-wacana erotis. Dari hasil analsiis tersebut tergambar bahwa terdapat diksi erotis dengan pemaknaan wanita sebagai objek, penggambaran tubuh perempuan dalam bahasa erotis, dan refleksi pandangan masyarakat terhadap pendidikan seksual.

Referensi

Ahimsa-Putra, H. S. (2006). Strukturalisme Levi-Strauss: Mitos dan Karya Sastra, Yogyakarta. Kepel Press.

Ahimsa-Putra, H. S. (2001). Strukturalisme Levi-Strauss: mitos dan karya sastra.

Ahimsa-Putra, H. S. (2008). Paradigma Dan Revolusi Ilmu Dalam Antropologi Budaya - Sketsa Beberapa Episode -. 1–26.

Ahimsa-Putra, H. S. (2012). Fenomenologi agama: Pendekatan Fenomenologi untuk memahami agama. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 20(2), 271-304.

Ahimsa Putra, H. S. (n.d.). Paradigma Ilmu Sosial Budaya Sebuah Pandangan. Makalah Kuliah Umum “Paradiga Penelitian Ilmu-Ilmu HUmaniora” Diselenggarakan Oleh Program Studi LInguistik, Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, h. 2.

Banita, B., & Sarathan, I. (2019). MEMBACA ANTOLOGI PUISI MENCINTAI KARYA EVI IDAWATI; MEMBACA KERINDUAN YANG TAKPERNAH JEDA. Metahumaniora, 9(3), 385-394.

Byram, M. S. (1985). Language Choice in a Minority. International Review of Education: Springer, 31(3), 323–333. http://www.jstor.com/stable/3444782

Cahyadiputra, F. E. (2019). EROTICA IN BAHAYA LATEN MALAM PENGANTIN POETRY ANTHOLOGY BY ASLAN ABIDIN (MICHEL FOUCAULT’S DISCOURSE CRITICISM). Universitas Negeri Yogyakarta.

Chan, N. N., Ahrumugam, P., Scheithauer, H., Schultze-Krumbholz, A., & Ooi, P. B. (2020). A hermeneutic phenomenological study of students' and school counsellors'“lived experiences” of cyberbullying and bullying. Computers & Education, 146, 103755. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2019.103755

Danesi, M. (2012). Linguistic anthropology: A brief introduction. Canadian Scholars’ Press.

Duranti, A. (1997). Linguistic Anthropology. In International Encyclopedia of the Social & Behavioral Sciences: Second Edition. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1016/B978-0-08-097086-8.53060-8

Faruk, H. T. (2002). Novel-novel Indonesia tradisi Balai Pustaka, 1920-1942. Gama Media.

Fasold, R. W., & Stein, D. (1989). Language change and variation. Diachronica, 6(2), 271–278. https://doi.org/10.1075/dia.6.2.09ste

Fithri, W. (2014). Kekhasan Heremeneutika Paul Ricoeur. Jurnal Tajdid, 17(2).

Gafaranga, J. (2019). Language choice and direct speech presentation in Kinyarwanda news articles. International Journal of Bilingualism, 23(5), 921-941.

Guignon, C. (2012). Becoming a person: Hermeneutic phenomenology's contribution. New ideas in Psychology, 30(1), 97-106. https://doi.org/10.1016/j.newideapsych.2009.11.005

Hukmi, A. (2023). Representasi Mimikri pada Novel Dari Dalam Kubur Karya Soe Tjen Marching. Jurnal Onoma: Pendidikan, 9(2).

Karnanta, K. Y. (2013). Paradigma teori arena produksi kultural sastra: Kajian terhadap pemikiran Pierre Bourdieu. Jurnal Poetika, 1(1).

Kristianto, A. (2021). Erotika Syeh Amongraga: Kajian Teologi Mistik dan Seksualitas dalam Serat Centhini. GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian, 6(2), 197-216.

Kristanto, R. C. (2009). SASTRA DAN EROTISME: Kajian Teologis Terhadap Aspek Seksualitas dalam Sastra Kontemporer Indonesia. Gema Teologi, 33(1).

Madjid, A. (2014). Fenomenologi dan hermeneutik: perbandingan dua epistemologi. Jurnal Etnohistori, 1(1), 1-21.

Muthmainnah, M., & Rijal, A. S. (2018). Metaphorical Study on Buginese Traditional Expressions. International journal of linguistics and humanities, 1(1), 26-41. http://lings-human.com/ijlh/issue/view/1

Putra, H. S. A. P. (2003). Structural Anthropology In America And France: A Comparison. Humaniora, 15(3), 239-264.

Rahmawati, I. (Universitas I. N. R. F. P. (1392). Pemikiran Strukturalisme Levi-Strauss. Makalah, 93–102.

Rijal, A. S., Suhandano, S., & Cholsy, H. (2022). The language use on instagram: Sociolinguistic studies on the speech code of netizens in the city of Makassar in buying and selling food through instagram. AMCA Journal of Community Development, 2(2), 34-41.

Rijal, A. S., Suhandano, S., & Cholsy, H. (2023). The Use of Makassar Malay Dialect in Food Buying and Selling Interactions on Instagram Social Media. ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities, 6(1), 1-9.

Rame, G. R. (2014). Hermeneutika fenomenologis paul ricoeur. Missio Ecclesiae, 3(1), 1-16.

Salikun, F. R. (2015). Paradigma Baru Hermeneutika Kontemporer Poul Ricoeur. dalam Jurnal Hermeneutik, 9(1).

Sari, I. N. (2013). Erotisme Sajrone Crita Cekak Jawa Modern Taun 2012 Tintingan Sosiologi Sastra. JOB (Jurnal Online Baradha), 1(3).

Sastrapratedja, M. (2012). Hermeneutika dan etika naratif menurut paul ricoeur. Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism, 2(2), 247-264.

Septia, M. P. (2016). Erotis dan Gaya Penceritaan dalam Kumpulan Cerpen Karya Djenar Maesa Ayu. Jurnal Gramatika, 2(2), 80486.

Sholikhati, N. I., Yulianti, U. H., & Wardani, E. (2024). Representasi Identitas Budaya Banyumasan melalui Dimensi Tekstualitas pada Majalah Ancas: Kajian Analisis Wacana Kritis. Caraka: Jurnal Ilmu Kebahasaan, Kesastraan, dan Pembelajarannya, 11(1), 349-358.

Stein, D. (1989). Language Change and Variation. Ed. by Ralph W. Fasold & Deborah Schiffrin. Diachronica, 6(2), 271-278.

Suryadi, N., Telanjang, P., Ah, K., & Fansuri, H. (n.d.). ‘ Erotisme Religius ’ Sajak Nanang.

Susanto, D., & Wati, R. (2019). Wacana Romantisme dalam Sejarah Sastra Indonesia Periode Kolonial Belanda (1900-1942). Kembara: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 5(1), 40-52.

Taqavi, M., & Rezaei, A. (2021). Language choice and identity construction of Azerbaijani bilinguals in family and friendship domains. Journal of Multilingual and Multicultural Development, 42(4), 383-397.

Taufik, M., Yusuf, M. J., & Rijal, A. S. (2020). Constructivism learning in writing of literary works. Elite: English and Literature Journal, 7(1), 102-111.

Widodo, P., Wardiani, R., & Astuti, C. W. (2022). EROTISME DALAM KUMPULAN CERPEN SAIA KARYA DJENAR MAESA AYU. Jurnal Bahasa dan Sastra, 9(2).

Yusmawati, Y., Lestari, C. I., & Hidayah, N. (2018). Language choice used by Chinese family in Langsa. Language Literacy: Journal of Linguistics, Literature, and Language Teaching, 2(2), 166-174.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-09-22

Cara Mengutip

Rijal, A. S., & Hukmi, A. (2025). Wacana Erotis dalam Sajak Orkestra Pemakaman (2018) Karya Aslan Abidin. ISOLEK: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, Bahasa, Dan Sastra, 3(2), 7–17. https://doi.org/10.59638/isolek.v3i2.574