Peningkatan Keterampilan Non Lokomotor Berbasis Kearifan Lokal Anak Usia 5-6 Tahun
DOI:
https://doi.org/10.59638/ihyaulum.v1i2.83Kata Kunci:
motorik kasar, permainan tradisional lompat tali , anak 5-6 tahunAbstrak
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini, yaitu: 1) Untuk mengetahui penerapan permainan tradisional lompat tali dan meningkatkan motorik kasar pada usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Cab. Mariso. 2) Untuk mengetahui peningkatan motorik kasar melalui permainan tradisional lompat tali pada anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Cab. Mariso. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), model yang digunakan model Kemmis dan Taggart yang terdiri dari 2 siklus. Subjek penelitian ini terdiri dari 12 anak 5 laki-laki dan 7 perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif.
Berdasarkan hasil analisis pada siklus I dan siklus II maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa: 1) Hasil penerapan permainan dapat dimulai dengan nyanyian, gerakan pemanasan, persiapan tempat dan alat, instruksi dan contoh dari guru serta pemberian reward untuk mendorong semangat anak. Komponen fisik motorik kasar anak berhasil meningkat dengan baik. 2) Berdasarkan kemampuan motorik kasar anak pada kelompok B dapat ditingkatkan. Kemampuan motorik kasar anak siklus I dibuktikan dengan rata-rata kategori pencapaian anak berkembang sesuai harapan (BSH) sedangkan pada Siklus II berada pada kategori berkembang sangat baik (BSB) dalam melatih kelenturan, keseimbangan dan kelincahan. Dengan demikian dalam penerapan permainan tradisional lompat tali dapat meningkatkan motorik kasar anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Cab. Mariso.
Kata Kunci: motorik kasar, permainan tradisional lompat tali, 5-6 tahun
Referensi
Susanto, Achmad. (2018). Pendidikan Anak Usia Dini (Konsep dan Teori). Jakarta: Bumi Aksara.
Muslihin, H. (2018). Bagaimana Mengajarkan Gerak Lokomotor Pada Anak Usia Dini? Jurnal Paud Agapedia, 2(1), 76-88.
Dahniar. (2009). Tahapan Perkembangan Motorik Anak. Jakarta: Rineka Cipta
Samsudin. (2008). Pembelajaran Motorik di Taman Kanak – Kanak. Jakarta: Prenada Media Group. hal.10.
Anggraeni, M, dkk. (2018). Pengaruh Permainan Tardisional Lompat Tli terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini 5-6 Tahun. Journal of Early Childhood Care and Education, 1(1),18-25.
Elizabeth B Hurlock. (2010). Perkembangan Anak Jilid II. Jakarta: Erlangga. hal. 151.
Syamsidah. (2015). 100 Permainan PAUD & TK di Dalam & di Luar Kelas. Jogjakarta: Diva Kids. Hal. 11
Ananda & Fadhilaturrahmi. (2018). Peningkatan Kemampuan Sosial Emosional Melalui Permainan Kolaboratif pada Anak KB. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2 (1), 20-26.
Mahmud. (2011). Metode Penelitian Tindakan. Bandung: CV Pustaka Setia. Hal. 99.
Suharsimi Arikunto. (2008). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Bumi Aksara
Wahyuni, I dkk, (2020). Pengembangan Motorik Kasar Anak melalui Permainan
Tradisional Tarik Upih Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha, 8(1), 61-68.
Riduwan. (2012). Belajar Mudah Penelitian. Bandung: Alfabeta, hal. 76.
Sudaryono, Dkk. (2013). Pengembangan Instrumen Penelirtian Pendidikan, Yogyakarta: Graha Ilmu, hal. 41.
Kurniati, Euis. (2016). Permainan Tradisional Dan Perannya Dalam Mengembangkan Keterampilan Sosial Anak. Jakarta: Prenadamedia Group
Fauziddin. (2017). Pembelajaran PAUD Bermain, Cerita, dan Menyanyi Secara Islami. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Ulil Inaya, Andi Rezky Nurhidaya, Erwin Nurdiansyah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.















