Kajian Psikolinguistik Produksi Bahasa Emosional pada Kolom Komentar Program Makan Bergizi Gratis di Instagram @badangizinasional.ri
DOI:
https://doi.org/10.59638/isolek.v4i2.1006Kata Kunci:
Emotional Language, Psycholinguistics, Language Production, Instagram Comments, Free Nutritious MealsAbstrak
Penelitian ini mendeskripsikan bentuk bahasa emosional dan proses produksinya dalam komentar netizen pada unggahan Instagram @badangizinasional.ri tentang Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, penelitian ini menerapkan teori emosi dasar Ekman (1992) dan teori produksi bahasa Levelt (1989) yang meliputi tahap konseptualisasi, formulasi, dan artikulasi. Data dikumpulkan melalui teknik simak, catat, dokumentasi, dan observasi nonpartisipan dengan teknik purposive sampling. Ditemukan sebelas data komentar yang tersebar dalam enam kategori emosi: bahagia (2), sedih (2), marah (2), takut (1), jijik (3), dan terkejut (1). Emosi bahagia tampak melalui ungkapan syukur; sedih melalui rasa kecewa; marah melalui diksi kasar; takut melalui antisipasi dampak negatif; jijik melalui sindiran dan diksi peyoratif; serta terkejut melalui ungkapan ketidakpercayaan. Ditinjau dari proses produksinya, konseptualisasi dipengaruhi persepsi netizen terhadap program, formulasi tampak melalui pilihan diksi dan tanda baca, sedangkan artikulasi terlihat pada tulisan informal dan spontan. Temuan ini menegaskan bahwa bahasa emosional netizen merepresentasikan kondisi psikologis penutur dalam merespons kebijakan publik.
Referensi
Chaer, A. (2019). Psikolinguistik kajian teoretik. Rineka Cipta.
Dardjowidjojo, S. (2025). Psikolinguistik: pengantar pemahaman bahasa manusia.
Dhien, C. N., Nasrah, S., & Emilda. (2022). Analisis nilai sosial dalam novel Selamat Tinggal karya Tere Liye. DIAJAR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 1(1), 95–99. https://doi.org/10.54259/diajar.v1i1.208
Ekman, P. (2003). Emotions revealed (1st ed.). Henry Holt and Company LLC.
Farhana, A. T. R., & Sulistyowati, S. (2025). Ekspresi emosional netizen dalam komentar berita selingkuh di komunitas Marah-Marah Twitter. Ilmu Budaya, 9(1), 123–136. https://doi.org/https://doi.org/10.30872/jbssb.v9i1.18883
Kemp, S. (2025). Digital 2025: Indonesia. https://datareportal.com/reports/digital-2025-indonesia
Levelt, W. J. M. (1989). Speaking: from intention to articulation. The MIT Press. https://doi.org/https://doi.org/10.7551/mitpress/6393.001.0001
Margareth, L. M., Sugono, D., & Suendarti, M. (2022). Kesalahan berbahasa dalam pemberian komentar di media sosial Instagram (kajian psikolinguistik). 5(2), 125–135. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30998/diskursus.v5i2.12209
NapoleonCat. (2026). Instagram users in Indonesia September 2026. September. https://napoleoncat.com/stats/instagram-users-in-indonesia/
Nisa, K. (2018). Analisis kesalahan berbahasa pada berita dalam media surat kabar sinar Indonesia baru. JURNAL BINDO SASTRA, 2(2), 218–224. https://doi.org/https://doi.org/10.32502/jbs.v2i2.1261
Palinkas, L. A., Horwitz, S. M., Green, C. A., Wisdom, J. P., Duan, N., & Hoagwood, K. (2015). Purposeful sampling for qualitative data collection and analysis in mixed method implementation research. HHS, 42(5), 533–544. https://doi.org/10.1007/s10488-013-0528-y.Purposeful
Rimé, B. (2009). Emotion elicits the social sharing of emotion: Theory and empirical review. Emotion Review, 1(1), 60–85. https://doi.org/https://doi.org/10.1177/1754073908097189
Sandelowski, M. (2000). Focus on research methods whatever happened to qualitative description? Research in Nursing & Health, 23(4), 334–340. https://doi.org/https://doi.org/10.1002/1098-240X(200008)23:4<334::AID-NUR9>3.0.CO;2-G
Sugiyono, S. (2017). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Yogyakarta: Auareta.
Sukmadinata, N. S. (2011). Metode penelitian pendidikan: penelitian memberikan deskripsi, eksplanasi, PInovasi, dan Juga dasar-dasar teoritis bagi pengembangan pendidikan. Rosdakarya.
Susanto, D., Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data Dalam Penelitian Ilmiah. QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora, 1(1), 53–61. https://doi.org/https://doi.org/10.61104/jq.v1i1.60
Susanto, M. R., Nasution, U. B., & Nurlivi, N. (2025). Metodologi penelitian lanjutan (I. K. Sari, Ed.; 1st ed.). PT. Green Pustaka Indonesia.
Syifa, H. D., Ridhwan, M. A., Wulandari, T., & Alfarizi, S. G. (2026). Respons tagar #KaburAjaDulu pada kolom komentar postingan akun Instagram @Ariefnaikkelas. Journal of Language, Literature, and Arts, 6(3), 358–368. https://doi.org/10.17977/um064v6i32026p357-368
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Sabrina Aulia Firdaus, Intan Feby Putri Yulian, Beyonda Proudy Sujianto, Nur Lailiyah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
ISOLEK: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, Bahasa, dan Sastra | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Makassar | Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 09 No. 29 Makassar, Sulawesi Selatan Indonesia| International Journal of Community Service Learning is licensed under This work is licensed under Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.


